Ebook Catatan Hitam Lima Presiden - Ishak Rafick


Judul Ebook : Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia

Tebal Ebook : 251 X 2 Halaman

Bahasa           : Indonesia

Telah berlalu beberapa periode yang berat setelah krisis moneter (krismon) pertengahan Juli 1997, di mana para pemimpin bangsa ini tak sempat memetakan keadaan. Akiba tnya kondisi perekonomian yang force majeure atau darurat, telah diatasi dengan cara-cara normal. Tak heran bila seiring redupnya tuntu tan- tuntu tan reformasi, program- program perbaikan menjadi marjinal. Di pentas dunia Indonesia ibarat orang, yang habis mengalami kecelakaan lalulintas dan patah tulang kaki, dipaksa ikut lomba lari mara ton oleh 'mentor'nya : International Monetery Fund (IMF). Orang nekat itu mungkin saja sampai ke garis finis, tapi dalam keadaan payah a tau bahkan digotong.

Yang Tersemat Dipundak SBY-JK
Kini setelah kekuatan reformasi membeku dalam am- nesia politik ekonomi rakyat, tugas memperbaiki nasib bangsa ini sepenuhnya ada di pundak presiden dan wakil presiden pilihan rakyat Susilo Bambang Yudoyono dan Jusuf Kalla (SBY- JK). Tentu keduanya diharapkan bertindak jujur dan cerdas . Jujur artinya berani melihat kondisi rakyatnya dengan matakepala sendiri. Sedang bertindak cerdas sangat berkaitan dengan kemampuan memilih skala prioritas untuk memperbaiki kondisi tersebut. Menyerahkan masa depan bangsa kepada trinitas IMF, World Bank (Bank Dunia) dan World Trade Organization (WTO) bukan saja tidak bijak, tapi sekaligus juga ber- bahaya . 

Tak dapat dipungkiri masa depan negara dan bangsa ini sekarang berada di titik nadir. Tanpa perjuangan Kabinet Indonesia Bersatu SBY-JK, dapat dipastikan nasib rakyat akan semakin memburuk. Gejalanya sudah mulai terlihat lewat merebaknya pengangguran, busung lapar, kurang gizi, meningkatnya angka putus sekolah dan berbagai penyakit ringan yang merenggut nyawa, cuma karena si sakit tak punya biaya untuk berobat. Bila negara- negara maju memberikan asuransl kesehatan kepada segenap rakyatnya dan dunia pendidikannya dibikin gra tis, bahkan diguyur beasiswa sebagai investasi masa depan, tentu rakyat Indonesia juga berhak mendapat perlakuan serupa dari pemerintahnya

251 X 2
Sebaliknya bila rakyat negeri ini kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak, karena tak punya cukup uang untuk membeli minyak tanah, briket batubara a tau gas yang terkandung di dalam buminya sendiri. Bila rakyat kembali menggunakan obor dan lilin untuk penerangan, karena tak punya cukup uang untuk membayar listrik. Bila penduduk kembali menggunakan air sungai untuk memasak, mandi dan mencuci, karena tak punya cukup uang untuk membayar tarif perusahaan air minum (PAM). Bila generasi baru negeri ini harus tinggal di tempat- tempat kos yang sempit a tau terus 'ngendon' di rumah orangtuanya yang sudah penuh sesak, karena tak punya cukup uang untuk mengkredit rumah yang terus dibangun di sekitar mereka . Apa yang harus dilakukan? Trinitas IMF, Bank Dunia dan WTO, serta penganut neo liberalisme ekonomi tentu punya solusi genial: jual saja produk-produk itu kepada asing, agar cadangan devisa kita makin tambun.

Catatan Hitam Lima Presiden Indonesia. Buku ini merupakan sebuah karya dan prestasi yang menonjol karena jarang sekali jurnalis Indonesia menulis buku, terutama tentang topik yang cukup serius. Sebagai seorang jurnalis, style penulisan Ishak sangat mudah dimengerti, enak dibaca walaupun  memerlukan waktu yang cukup panjang untuk dapat memahami garis merah dari buku sang penulis. Justrui menjadi daya tarik tersendiri dari buku ini, karena penulis tidak ingin menjejalkan kesimpulannya sendiri kepada pembaca. Dia lebih senang memaparkan duduk perkaranya daripada menggurui. Gaya bahasanya bukan 'telling', tapi 'showing'. Dia menantang pikiran, sekaligus menggugah nurani.






 BACA ONLINE Ishak Rafick
 "jika link download bermasalah tolong tinggalkan komentar"
Baca Juga

Post a Comment

1 Comments